Pengabdian kepada Masyarakat dan Penandatanganan Kerjasama Prodi S-1 Kecerdasan Artifisial UNESA dengan Pondok Pesantren Ats-Tsarwah, Bekali Pengajar dan Santri mengenai Literasi Artificial Intelligence hingga Vibe Coding
Mojokerto, 18 Juli 2026. Program Studi S-1 Kecerdasan Artifisial Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Penguatan Literasi dan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial bagi Pondok Pesantren dalam Era Transformasi Digital" di Pondok Pesantren Ats-Tsarwah, Sooko, Mojokerto. Pada kesempatan yang sama, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Kerja Sama (Implementation Arrangement/ IA) antara Program Studi S-1 Kecerdasan Artifisial FMIPA UNESA dan Pondok Pesantren Ats-Tsarwah. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan pendidikan, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat serta implementasi teknologi kecerdasan artifisial di lingkungan pesantren.
Kegiatan PKM menghadirkan rangkaian materi yang dirancang secara bertahap agar peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai literasi (Artificial Intelligence/AI) mulai dari konsep dasar hingga penerapan praktis. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Elly Matul Imah, M.Kom. dengan materi "Pengenalan Kecerdasan Artifisial dan Etika". Pada sesi ini peserta diperkenalkan mengenai konsep dasar kecerdasan artifisial, perkembangan teknologi AI di berbagai sektor serta pentingnya etika dalam pemanfaatan AI berdasarkan nilai-nilai Islam sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Selanjutnya, Ike Fitriyaningsih, M.Si. menyampaikan materi Machine Learning. Peserta diajak memahami konsep dasar machine learning sebagai salah satu cabang utama AI beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini memberikan gambaran bahwa AI bekerja melalui proses pembelajaran dari data sehingga mampu membantu pengambilan keputusan secara lebih cerdas. Materi berikutnya disampaikan oleh Fadhilah Qalbi Annisa, S.T., M.Sc. mengenai Teachable Machine. Pada sesi praktik ini peserta memperoleh pengalaman langsung membuat model AI sederhana menggunakan platform Teachable Machine tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang kompleks. Peserta mencoba melatih model kecerdasan artifisial untuk mengenali objek tertentu sehingga dapat memahami alur kerja AI secara lebih mudah dan interaktif. Kemudian, Riskyana Dewi Intan Puspitasari, M.Kom. membawakan materi Generative AI dan Chatbot. Peserta dikenalkan teknologi Generative AI dalam mendukung proses pembelajaran dan teknik prompting. Sebagai sesi penutup, Harmon Prayogi, M.Sc. menyampaikan materi Vibe Coding yaitu pendekatan pengembangan aplikasi yang memanfaatkan Generative AI sebagai asisten pemrograman. Melalui sesi ini peserta memperoleh pengalaman menggunakan AI untuk membantu proses pengembangan aplikasi sederhana, mulai dari menyusun prompt, menghasilkan kode program berbasis Python hingga melakukan penyempurnaan aplikasi secara lebih cepat dan efisien.
Koordinator Program Studi S-1
Kecerdasan Artifisial FMIPA UNESA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
bagian dari upaya memperluas akses literasi digital kepada seluruh lapisan
masyarakat, termasuk lingkungan pesantren. Dengan memahami teknologi AI secara
tepat, para santri dan pendidik diharapkan mampu memanfaatkan kecerdasan
artifisial sebagai sarana pembelajaran, dakwah maupun pengembangan inovasi yang
memberikan manfaat bagi umat. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ats-Tsarwah,
Nasikhah Imamah, S.T., M.T. menyambut baik kerjasama ini. Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat Program Studi S-1 Kecerdasan Artifisial dengan Pondok
Pesantren Ats-Tsarwah akan berlanjut dengan kegiatan di Laboratorium Komputer
FMIPA Universitas Negeri Surabaya dengan praktik langsung koding dan membuat
proyek berbasis AI. Kedua belah pihak berharap kegiaran dapat terlaksana dengan
terus berkembang melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, penelitian
dan pengembangan inovasi berbasis AI. Sinergi antara perguruan tinggi dan
pesantren diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif
terhadap transformasi digital serta tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan
spiritual.
Kegiatan ini menjadi wujud
komitmen Prodi S-1 Kecerdasan Artifisial UNESA dalam memperluas literasi
teknologi kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan kecerdasan
artifisial secara bijak dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan berbasis
pesantren. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui
peningkatan literasi digital dan kompetensi AI bagi masyarakat, SDG 9
(Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengenalan inovasi berbasis
kecerdasan artifisial, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui
penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren
dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.