UNESA selenggarakan Bina Talenta Indonesia Bidang Kecerdasan Artifisial Pemandu Bekali Guru SMA Teori, Praktik dan Bangun Proyek berbasis Artificial Intelligence
Surabaya, 7 Juli 2026 – Program
Studi S-1 Kecerdasan Artifisial Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi
bagian dari tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dipercaya
menjadi penyelenggara Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Guru Bidang
Kecerdasan Artifisial yang diselenggarakan pada 1–7 Juli 2026 di Kampus I Unesa
Ketintang. Program ini merupakan inisiatif Pusat Prestasi Nasional
(Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Kemdikbudristek) dalam meningkatkan kapasitas guru Indonesia agar mampu
membimbing peserta didik menghadapi perkembangan teknologi serta berbagai
kompetisi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru
terpilih yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Guru sebagai pemandu
talenta yang terpilih mengikuti pelatihan di UNESA sebagian besar berasal dari wilayah Indonesia Timur dan tiga orang
dari Jawa Timur. Selama tujuh hari pelatihan intensif peserta memperoleh
pengalaman belajar yang memadukan teori, praktik, studi kasus serta
pengembangan proyek berbasis AI. Program ini tidak hanya berfokus pada
peningkatan literasi kecerdasan artifisial tetapi juga membekali guru dengan
keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran
di sekolah.
Sebagai penyelenggara, dosen Program Studi S-1 Kecerdasan Artifisial FMIPA UNESA menyusun kurikulum pelatihan yang terdiri atas 10 modul pembelajaran yang dirancang secara bertahap berdasarkan arahan puspresnas mulai dari pengantar kecerdasan artifisial (KA), alur kerja KA, Matematika dan Statistika Dasar untuk KA, pemrograman Python, natural language processing (NLP), etika kecerdasan artifisial, Generative AI hingga pengembangan proyek akhir. Seluruh materi disampaikan oleh dosen-dosen Prodi S-1 Kecerdasan Artifisial, S-2 Informatika dan S-1 Sains Data serta praktisi dari PT Pos Indonesia Juanda. Menggunakan pendekatan berbasis praktik sehingga peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi AI dalam berbagai permasalahan nyata.
Salah satu materi yang paling
menarik perhatian peserta adalah sesi Vibe Coding, sebuah pendekatan
pengembangan aplikasi modern yang memanfaatkan kemampuan generative AI untuk
membantu proses pemrograman. Pada sesi ini, para guru belajar menerjemahkan ide
menjadi aplikasi melalui penyusunan prompt, pemanfaatan AI sebagai asisten
pengembang, hingga proses debugging dan penyempurnaan aplikasi. Melalui
pendekatan tersebut, peserta berhasil mengembangkan website berbasis kecerdasan
artifisial sebagai proyek akhir pelatihan. Hasil karya ini diharapkan dapat
menjadi inspirasi sekaligus media pembelajaran inovatif yang dapat dikembangkan
lebih lanjut di sekolah masing-masing.
Selain penguatan kompetensi
teknis, program BTI juga menjadi ruang kolaborasi bagi para guru dari berbagai
daerah untuk saling berbagi pengalaman, tantangan dan praktik baik dalam
mengintegrasikan AI ke dalam dunia pendidikan. Diskusi yang berlangsung selama
pelatihan menghasilkan berbagai gagasan inovatif mengenai pembelajaran berbasis
proyek, pemanfaatan AI untuk meningkatkan kreativitas peserta serta strategi
mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi nasional maupun internasional
di bidang kecerdasan artifisial.
Kepercayaan yang diberikan kepada
UNESA, khususnya FMIPA sebagai penyelenggara Program BTI Guru Bidang Kecerdasan
Artifisial menjadi bukti pengakuan terhadap kompetensi akademik dan kontribusi
UNESA dalam pengembangan pendidikan AI di Indonesia. Program ini juga
memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik yang akan
menjadi penggerak transformasi digital di sekolah.
Program BTI Guru Bidang
Kecerdasan Artifisial ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan
kompetensi guru di bidang teknologi mutakhir, SDG 9 (Industry, Innovation and
Infrastructure) melalui penguatan inovasi berbasis kecerdasan artifisial, serta
SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Puspresnas
Kemdikbudristek, FMIPA UNESA beserta
para pendidik dari berbagai wilayah Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan
AI yang inklusif, adaptif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Prodi S-1
Kecerdasan Artifisial FMIPA UNESA memperkuat komitmen untuk terus mendukung
pengembangan talenta AI nasional. Para guru pemandu yang telah mengikuti
pelatihan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing,
mengembangkan pembelajaran kecerdasan artifisial yang inovatif serta melahirkan
generasi muda Indonesia yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat
global.