Program Studi Sarjana (S1) Kecerdasan Artifisial di Universitas Negeri Surabaya dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan dan profesional dalam mengembangkan solusi berbasis Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dengan landasan etika, tanggung jawab sosial, komprehensif, dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan nasional. Program studi ini merespons peran AI sebagai penggerak utama transformasi digital di berbagai sektor dengan menekankan penguasaan fondasi AI sebagai disiplin keilmuan sekaligus solusi teknologi berbasis kecerdasan artifisial yang beretika dan berintegritas. Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan analitis, teknis, dan profesional dengan penguatan karakter techno-eduecopreneurship dalam merancang, mengembangkan, serta menerapkan sistem AI berbasis data, algoritma kecerdasan artifisial, dan komputasi cerdas di berbagai sektor strategis. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi teknis, tetapi juga dibentuk menjadi lulusan yang peka terhadap dampak sosial, etika, dan kemanusiaan, serta berkontribusi aktif dalam menjawab tantangan nasional dan berdaya saing global.


Sistem perkuliahan prodi S1 Kecerdasan Artifisial Unesa meliputi teori dan praktek antara lain meliputi pembelajaran mesin, pembelajaran mesin mendalam (deep learning), sains kognitif, visi komputer, pemrosesan bahasa alami, analisis big data, robotika, green computing, bioinformatika, dan biomedis. 


Profil lulusan prodi S1 Kecerdasan Artifisial:

  • Lulusan mampu merancang, menerapkan, dan mengoptimalkan solusi berbasis kecerdasan artifisial dan pembelajaran mesin dalam sistem berbasis kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab dan mengedepankan etika profesional.

          Contoh profesi: Artificial Intelligence Specialist, Machine Learning Engineer

  • Lulusan memiliki karakter dan sikap yang mencerminkan techno eduecoprenership yang mudah beradaptasi, tangguh, berkomunikasi dengan baik, bekerja mandiri maupun dalam tim, dan belajar sepanjang hayat.

        Lulusan mampu mengidentifikasi peluang pasar, mengembangkan produk atau layanan berbasis AI seperti platform otomatisasi, aplikasi berbasis               kecerdasan artifisial, mengelola strategi pertumbuhan melalui tekologi kecerdasan artifisial yang mudah beradaptasi, tangguh, berkomunikasi dengan          baik, bekerja mandiri maupun dalam tim, dan belajar sepanjang hayat. Contoh profesi: AI Digital Entrepreneur, Business Intelligence Specialist.

  • Lulusan yang mampu memahami proses kognitif otak melalui pendekatan interdisipliner, dan memiliki kepekaan sosial dalam memodifikasi dan memaknai proses belajar dalam kecerdasan artifisial maupun menerapkan kecerdasan artifisial dalam pendidikan.

        Menganalisis proses kognitif otak melalui pendekatan interdisipliner, dalam memodifikasi dan memaknai proses belajar dalam kecerdasan artifisial           maupun menerapkan kecerdasan artifisial dalam analisis proses kognitif manusia. Contoh profesi: AI Neuro Cognition Analyst

  • Lulusan memiliki kemampuan menerapkan teknologi kecerdasan artifisial dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat

        Lulusan memiliki kemampuan menerapkan teknologi kecerdasan artifisial dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat baik dalam memroses            data, maupun mengelola infrastruktur digital menggunakan teknologi kecerdasan artifisial. Contoh profesi: AIOps, Big Data Analyst, Data Intelligence            Specialist.