G.O.A.L.S Framework: Rahasia Menjadi Mahasiswa Sukses dari Praktisi Industri AI di Jepang
Pada rangkaian acara PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) 21 Agustus 2025 kemarin, Program Studi S-1 Kecerdasan Artifisial Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan sharing session bertajuk Inspirational Talk "Preparing for Future Challenges with AI" yang menghadirkan praktisi industri AI Jepang dengan rekam jejak yang luar biasa selama menjadi mahasiswa. Narasumber kali ini adalah alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), yang sejak kuliah S1 berhasil meraih beasiswa untuk Student Exchange ke Nagoya University, aktif dalam klub robotik, menjadi asisten penelitian sejak Semester 2 dan kini berkarier sebagai Chief Software Architectyang memimpin R&D Group di Exvision Corporation (Nikon Group, Tokyo, Japan). Bapak Muhammad Sakti Alvissalim, M. IST saat ini juga telah mencatatkan inovasi berkelas dunia berupa paten dalam teknologi video tracking menggunakan kamera berkecepatan tinggi dengan pendekatan Deep Learning.
Dalam kesempatan kali ini, beliau membagikan tips menjadi mahasiswa sukses dengan G.O.A.L.S Framework yang dapat diterapkan oleh seluruh mahasiswa:
1. (G) Set Goals: Tentukan arah yang ingin dicapai
Tidak masalah jika tujuan awal belum jelas. Lebih baik punya arah umum (seperti kompas) dibanding berjalan tanpa tujuan. Seiring waktu, tujuan dapat berubah mengikutiminat dan pengalaman baru. Beliau mencontohkan awalnya bercita-cita menjadiahli robotika, kemudian fokus pada Computer Vision.
2. (O) Open New Doors: Temukan peluang baru
Peluang baru membantu mahasiswa semakin dekat dengan tujuan. Contoh langkah konkret sepeti bergabung dengan proyek robotik, terlibat dalam penelitian bidang robotika dan melanjutkan studi magister untuk memperdalam keahlian.
3. (A) Amplify Impact: Perbesar dampak dari aktivitas
Jangan tunggu tahun akhir untuk riset, mulai lebih awal!. Narasumber menceritakan pengalamannya meminta bimbingan riset sejak semester 2. Sebagai hasilnya, terlibat dalam berbagai publikasi, proposal, hingga laporan riset dan keterampilan ini terbukti sangat berguna saat masuk ke dunia profesional.
4. (L) Link-up: Bangun jejaring dengan orang yang memiliki tujuan serupa
Lingkungan yang tepat akan mempercepat pencapaian. Kolaborasi dengan komunitas dan jejaring riset sangat penting untuk bertumbuh.
5. (S) Sabar, Sukses
Proses akademik tidak instan sehingga dengan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi, setiap tujuan dapat tercapai.
Mahasiswa antusias dengan kegiatan ini dan memberikan pertanyaan mengenai langkah yang harus mereka tempuh agar menjadi mahasiswa yang sukses dan berprestasi. Selain itu, narasumber menjelaskan pendekatan berbasis AI (Artificial Intelligence) untuk membagun sebuah sistem bidang Computer Vision dalam dunia praktis meliputi tujuh langkah, yaitu Requirement Gathering, Imaging System Setup, Image/ DataCollection, Anotation and Organization, Augmentation, Training, Evaluating & Iteration serta sebagai langkah terakhir adalah Integration & Development. Beliau menyatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk belajar kecerdasan artifisial karena berdasarkan Kurva-S (S-Line) perkembangan AI saat ini berada dalam tahap Inflection Point seperti pada gambar.
Beliau juga mengutip dari bukukarangan Richard W. Hamming yang menekankan pentingnya mengidentifikasi dan mempelajari hal-hal yang fundamental dalam suatu bidang, gagasan dan metode yang tetap relevan meskipun detail-detailnya berubah dan dalam lingkungan yang bergerak cepat, kemampuan untuk mengenali dan berfokus pada hal-hal mendasar sama pentingnya dengan kapasitas untuk terus belajar. Bapak Alvis juga memberikan contoh penerapan AI pada tiga domain yang pernah beliau kerjakan yaitu:
- Entertaiment
EGS Motion: Lighweight MotionRecognition Camera (120 FPS) yang mampu mengontrol sebuah device berupa smartTV melalui kamera berkecepatan tinggi dengan gerakan tangan.
- Sport
High-Speed 3D ball trackingsystem (500 FPS) yang mampu mentracking pergerakan bola untuk latihan bolaatlet jepang.
- Education
NHK Enterprise + TechkidsschoolAI Educaion Robot for Kids yang berupa program pendidikan AI untuk mengajarkan anak-anak belajar mengenai kecerdasan artifisial.
Kegiatan ini memberikan pesanpenting bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi jugaoleh arah (goals), kesempatan (opportunities), dampak (impact), jejaring (link-up), dan sikap mental (sabar). Melalui Inspirational Talk ini, mahasiswad iharapkan semakin termotivasi untuk merancang perjalanan akademik dan karir mereka sejak dini, serta siap berkontribusi nyata dalam bidang kecerdasan artifisial di tingkat nasional maupun global. Rekaman kegiatan ini dapat diakses pada YouTube Prodi S-1 Kecerdasan Artifisial melalui https://www.youtube.com/watch?v=3h6OZ4vNNx8&t=13s.